Orang Jawa Yang Sudah Mempermalukan Bangsa Mongol / Cina

Jepang, Jerman, Israel, Cina, Inggris, Amerika dan India punya dasar yang kuat untuk menjadi negara yang besar. Kita melihat bahwa diperlukan tidak hanya sekedar kerja keras untuk menjadi bangsa yang hebat. Kita perlu sebuah landasan psikologis rasa yang membuat kita merasa kita ini hebat. Pede gitu loch!

Kita melihat bahwa bangsa bangsa yang  disebut di atas itu memang punya alasan untuk menjadi sebesar sekarang. Sejak dulu dalam sejarah pun mereka punya sesuatu yang bisa mereka banggakan. Paling tidak, bagi mereka sendiri. Itu mengapa mereka pede dengan pendirian mereka. Tidak minder dan kerja kerasnya fokus untuk membesarkan bangsa mereka.

Tentu saja tidak semua bangsa besar harus punya landasan psikologis seperti ini. Karna sebenarnya landasan psikologis seperti ini bisa diciptakan dengan propaganda terus menerus. Misalnya Malaysia dengan the real Asia nya…. kok jadi Malaysia… simak dulu yang berikut, ntar ngeh sendiri.

Israel

Mereka yakin seyakin yakinnya bahwa mereka paling pintar, bahwa mereka adalah bangsa yang dipilih oleh Tuhan sendiri. Landasan psikologis ini menjadikan mereka kokoh dan solid. Walau dulu pernah menjadi bangsa buangan juga, saat menjadi bangsa budak di jaman perbudakan Mesir. Kisah ini bisa dibaca di Al-Qur’an atau mau gampang tonton saja Prince of Egypt atau Mummy.

China

Bangsa Cina adalah bangsa yang sangat tua. Paling menyebar luas di seluruh dunia. Mereka bahkan menyebut diri mereka Cungkuo, bangsa yang berada di pusat peradaban. Mereka adalah bangsa yang sanggup membangun monumen yang bahkan bisa dilihat dari bulan. Melalui dinasti Mongol, bahkan sempat menguasai 3/4 dunia. Bahkan Dunia saat ini berhutang pada China,dengan kertas,mesiu ,sistem pos, arsitektur, sutra dan banyaaaak lainnya.

India

Negri ini penuh dewa dewi. Salah satu pusat perdaban juga. Bahkan tak kurang 2 agama besar lahir disini. Pengaruh Budaya India bisa dirasakan bahkan sampai sekarang pada kebudayaan kebudayaan disekitarnya. Tibet, Nepal, Asia Tenggara. Eh, iya…. Jayakarta sebagai kata dasar membentuk Jakarta sekarang juga berasal dari bahasa Sansekerta. Di Indonesia, sampai sebutan sebutan dalam dunia militer dan kepolisian banyak yang diadopsi dari bahasa Sansekerta. Misalnya Bhayangkari dan sebagainya.

Jepang

Mereka yakin, mereka keturunan dewa Matahari. Dewa paling besar dalam agama Sinto. Sehingga mereka bisa propaganda di perang dunia kedua sebagai cahaya Asia, pemimpin Asia, saudara tua dan lain sebagainya. Jepang tidak pernah minder dengan kondisi alamnya yang sebenarnya minus. Mereka membuktikan kepada dunia bahwa bangsa keturunan langsung dari dewa Matahari bisa mantab posisinya di peradaban dunia.

Inggris

Mereka punya raja. Mereka masih menjadi negara dengan koloni yang masih berlanjut sampai sekarang. Sebut saja Australia yang belum merdeka sepenuhnya. Atau bahkan Malaysia yang masih dikontrak Inggris. Bisa jadi Inggris adalah penjajah paling berhasil di muka bumi ini.

Amerika Serikat

Mereka adalah bangsa yang pertama kali nginjak bulan. Pernah merasa menjadi Polisi Dunia. Mata uang paling banyak dipakai, walaupun sudah mulai digerogoti Euro. Tetap saja, Amerika Serikat adalah bangsa yang besar. Kalau bicara soal barat, mustahil tidak bicara tentang Amerika Serikat.

Jerman

Sudah bukan rahasia lagi bahwa Jerman pernah merasa sebagai ras paling mulia di muka bumi ini. Saya sudah baca buku Hitler , Main Kampf. Benar benar sebuah hiper nasionalisme yang sangat tinggi. Banyak pihak usaha Hitler untuk memusnakan bangsa Israel adalah karena Hitler takut pada kebesaran bangsa Israel. Namun dalam buku tulisannya itu, saya melihat kejijikan luar biasa Hitler pada bangsa Israel yang waktu itu banyak berprofesi sebagai reintenir dan pers di Jerman.

Indonesia

Lalu apa yang kita miliki? Mungkin pertanyaan ini timbul? Gayus? Negara terkorup? Perdagangan wanita paling besar. Bencana paling makan korban di jaman modern. Hanya sebatas batik? tempe?

Kalau pertanyaan itu muncul di benak kita, dugaan kita benar, bangsa ini sudah terlalu lama minder dengan kondisinya. Tapi itu kan usaha untuk get real?

Kami curiga cerita berikut ini sangat sedikit yang menyadari. Ah, palingan seperti propaganda Orde Baru tentang kebesaran kerajaan kerajaan nusantara! Semakin besar kecurigaan negatif kita, semakin yakin kita memang sedang di posisi minder mindernya.

Perlu diketahui bahwa pernah sekali Mongol/Cina dalam usaha menguasai dunianya dipermalukan orang dari Jawa? Tahukah kita mungkin itu satu satunya kegagalan Mongol dalam setiap invasinya ke negara negara di sekitarnya? Benarkah cerita ini bisa dipertanggung jawabkan? Karena jaman itu belum ada TV, baik Metro atau TV One, yah apa boleh buat, kita hanya bisa mendasarkan opini dari teks teks sejarah.

Nah, ceritanya begini:

Raden Wijaya, Orang Jawa Yang Mengkadali Tentra Kubilai Khan

Prabu Kertanegara punya cita cita yang persis seperti Gajah Mada, menyatukan Nusantara. Pada saat niat mulianya tersebut ingin dilaksanakan, datang utusan dari Mongol/Cina yang minta Jawa tahluk pada Chung Kuo. Prabu Kertanegara pitam. Utusan Cina itu, si Meng Qi bahkan dirusak wajahnya (potong kuping) dan disuruh menghadap kaizarnya…. “bilang sama rajamu, Singosari tak sudi dijajah Cina!”

Keberanian Kertanegara bukan sembarangan. Dia ketakutan sebenarnya. Bayangkan, Mongol yang sudah menguasai 3/4 dunia. Apalah artinya Jawa yang bisa dikatakan negri selalu becek ini. Oleh karenanya Kertanegara melakukan ekspansi kekuatan ke seluruh nusantara. Khususnya menggalang kekuatan politik di sebelah barat nusantara, ke Melayu, menghabiskan sisa sisa Sriwijaya, Campa dan sebagainya. Gerakan ini dikenal dengan ekspedisi PaMalayu.

Saking getolnya Prabu Kertanegara melakukan ekspedisi Pa Malayu, dia sampai lupa ada penghianat licik keturunan bangsawan asli dari Kediri, yaitu Jayakatwang. Asal tahu saja, nenek moyang Kertanegara bukan bangsawan. Tapi preman pasar bernama Ken Arok yang berhasil merebut kekuasaaan dari nenek moyang Jayakatwang. Dendam lama ini rupanya tak putus. Jayakatwang memberontak saat tentera Singosari banyak dikirim ke Swarnadwipa – sebutan Sumatera saat itu.

Jayakatwang sukses menobatkan Kertanegara menjadi raja terakhir Singosari. Namun Jayakatwang juga sedikit oon sih…. Dia tidak membabat habis keluarga Kertanegara. Ada menantu Kertanegara yang asli keturunan Ken Arok yang bernama Raden Wijaya yang cuman dibuang ke tanah tarik gersang yang cuman bisa ditanami buah Maja. Dia juga membiarkan ke 4 putri Kertanegara masih bernapas.

Nah…. diam diam, Raden Wijaya dendam. Dia menyusun kekuatan tentaranya sendiri.

Sialnya… Jayakatawang lengah akan kekuasaan barunya. Dari cuman seorang raja bawahan di Kediri, dia sekarang adalah raja diraja Singosari yang sudah berdaulat di hampir separoh Nusantara.

Tak dinyana…. Tentara Mongol datang lagi. Tujuannya ingin menggantung raja Jawa. Pokoknya raja Jawa. Mereka sama sekali tidak tahu sudah terjadi suksesi politik di Jawa. Bukan lagi Kertanegara yang berkuasa. Tapi Jayakatwang. Mereka tidak tahu bukan Jayakatwang yang motong kuping si Meng Qi. Pokoknya gantung raja Jawa. Dengan begitu Jawa tahluk ke Chung Kuo.

Tentu saja Jawa bukan tandingan Mongol. Apalagi kemudian Raden Wijaya yang berani dan cerdik luar biasa merasa ada peluang untuk menjaga kedaulatan Jawa dari raja lemah seperti Jayakatwang.

Raden Wijaya membonceng tentra Mongol yang mencari raja Jawa. Dalam sekejab, pertempuran tak bisa dihindari, dengan hasil yang jelas…. Jawa kalah telak dari Mongol.

Mongol membawa Jayakatwang ke Laut Jawa. Disana raja malang itu digantung. Tentara Mongol kesenangan. Memang tak ada istilah gagal dalam invasi Mongol. Kemanapun mereka masuk, mereka pasti menang. Pokoknya tentara Mongol dimabuk kemenangan. Pesta, mabuk, memperkosa seperti biasa dimana-mana. Bonyok deh wanita wanita Jawa pada waktu itu…

Disaat Raden Wijaya melihat tentara Mongol ini sudah masuk ke fase mabuk kemenangan tak tertolongkan. Dia masuk menyerang dengan kekuatan penuh untuk menghancurkan tentara yang mau menjajah Jawa ini.

Dengan kekuatan yang sebenarnya tak seberapa. Tapi dimenangkan penguasaan wilayah, otak pemimpin yang tak ada duanya. Musuh yang sedang terbuai. Mampuslah tentera tentera Mongol itu. Sekali Lagi Nusantara diselamatkan dari kekuasaan Asing.

Ini kekalahan Mongol paling memalukan sepanjang sejarah.

Raden Wijaya kemudian memproklamasikan Majapahit sebagai kerajaan baru yang berasal langsung dari Singosari. Sebagai upaya pengamanan, Raden Wijaya lantas mengawini ke 4 putri Kertanegara. Kebetulan Kertanegara tidak punya putra. Maka, dialah satu satunya saat itu yang paling berhak menduduki tanah Jawa.

Iklan

Tentang Adi Sucipto

Indonesian, Love the country
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Jejak Khilafah, Wawasan dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s