Adzan sebagai "Panggilan Menyemir"

Disebuah sudut koridor Pengadilan Negeri Selatan terlihat beberapa orangsedang bercengkerama sambil berbincang diselingi canda tawa. Tiba-tibaseorang laki-laki diantara mereka berujar “sebentar lagi adzan” sambilberlalu menuju ke masjid. Aku berpikir mungkin dia mau adzan di masjidatau mau bersiap-siap sholat Dhuhur.

Kemudianakupun pergi ke kantin yang berada di depan masjid, sekedar untukmengganjal perut dengan kue-kue yang ada. Kemudian tanpa sengaja akumelihat orang tadi yang masih duduk di depan masjid sementara adzantelah berkumandang. Karyawan PN dan para tamupun mulai bergegas kemasjid.

Orang-orangtersebut menitipkan sepatu-sepatu mereka kepada orang tersebut sambilmengataka “tolong semirin ya…”. Oh rupanya orang tsb adalah tukangsemir yang cepat-cepat ke masjid karena mereka pada saat sholatmenitipkan sepatu sekalian disemir. Aku mengerti sekarang, akupunmemperhatikan tukang semir tsb sedang sibuk menyemirsepatu-sepatumereka yang sedang sholat dhuhur. Tidak terasa waktumenunjukkan 2.30 yang berarti waktu sholat dhuhur hampir habis danakupun menitipkan sepatuku sekaligus minta disemir orang tsb. Aku tetapberada di masjid hingga adzan Ashar dikumandangkan. Dan aku tidakmelihat tukang semir tsb naik ke masjid untuk menunaikan sholat.
Setelahsholat akupun turun dan membayar tukang semir tsb. Au masihmemperhatikan tukang semir itu masih sibuk menyemir sepatu-sepatumereka. Hingga suasana pengadilan mulai sepi. Tidak lama kemudiantukang semir ituoun bergegas pulang.
Akuyang memperhatikan tukang semir tsb sekian lama sempat berpikir orangitu begitu rajin menunaikan sholat tapi ternyata aku salah, hingga duawaktu sholat berlalu dia tidak naik untuk sholat. Padahal aku pikirorang tsb begitu menantikan saat adzan dikumandangkan, tetapi sayangdia begitu sibuknya menyemir sepatu-sepatu mereka sehingga lupa untukmenunaikan sholat sebagaimana dia menantikan adzan.
Kalaubagi sebagian orang adzan merupakan panggilan sholat, tetapi bagi sangpenyemir merupakan panggilan menyemir. Disadari atau tidak sepertinyasudah seperti itu, hanya sayang amat disayangkan dia yangsehari-harinya berada di lingkunagn masjid tetapi tidak memanfaatkanwaktunya untuk menunaikan sholat, padahal akan sangat mudahmenunaikanny karena setiap saat berada di masjid dan sangatmengharapkan adzan dikumandangkan.
Iklan

Tentang Adi Sucipto

Indonesian, Love the country
Pos ini dipublikasikan di Motivasi, My Activity. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s