Kekuatan Dahsyat Hati

Kekuatan energy makna ini, dalam Al Quran disebutkan mampu menghancurkan gunung, misalnya: Daya atau kekuatan energy ini bertingkat, semakin halus getaran atau gelombangnya maka kekuatan energynya semakin besar. Energy mekanik, energy listrik, energy kimiawi, lalu meningkat lagi ke lebih halus yaitu enegry atom atau nuklir. Namun di atas itu masih ada satu energy diatasnya yaitu energy ilahi, atau energy “kun” atau energy “kehendak” atau energy “makna”. Akan coba dijelaskan berikut. 

Otak ini juga menjadi pemancar namun juga penerima gelombang elektromagnetis. Seseorang biasa menggunakan ini untuk melakukan “pembicaraan dari hati ke hati” atau bisikan hati atau firasat. Seolah kita sudah tahu sebelum seseorang itu mengucapkan. Atau juga untuk melakukan telepati. Demikian juga dengan hipnotis atau kekuatan atau daya otak. 
Daya atau kekuatan jiwa ini akan mampu kita lihat dari hasil karya seseorang, selain itu, teknologi sekarang ini juga telah mampu mendeteksi daya jiwa ini yang terukur melalui medan magnet atau gelombang elektromanetis otak. Hal ini yang juga menggambarkan betapa hebatnya kekuatan Jiwa yang terpancar lewat gelombang otak seseorang. Kekuatan jiwa mampu mematahkan tumpukan batu bata atau yang lainnya. Ini dalam bentuk kasarnya, namun dalam dimensi yang lain, yaitu kekuatan jiwa mampu memberikan daya dorong yang luar biasa. 
Kekuatan jiwa yang biasanya disebut sebagai kekuatan hati. Di atas kekuatan jiwa ini masih ada satu tahap atau satu tingkat lagi yaitu kekuatan ruh atau kekuatan Ilahi. Daya Ilahi. (Catatan: Sebagian tulisan berikut ini disarikan dan diambil bagian penting dari sebuah blog tulisan Lukman Hakim yaitu kekuatan dahsyat dari hati). Sering kita baca, kita dengar dan kita ketahui, ada kekuatan di luar kekuatan otot dari tubuh kita. Kekuatan itu lebih besar, kekuatan itu berada di dalam, yaitu di jiwa. Banyak sekali kisah yang menyebutkan ini, bagaikan cerita silat, atau kisah-kisah jaman dahulu kala. Namun memang sesungguhnya benar demikian.

Kalau sekiranya Kami menurunkan Al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir. (Q.S Al Hasyr: 21)

Demikian juga di dalam firmanNya yang lain:
Dan sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi jadi terbelah atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara, (tentu Al-Qur’an itulah dia). Sebenarnya segala itu adalah kepunyaan Allah. Maka tidakkah orang-orang yang beriman itu mengetahui bahwa seandainya Allah menghendaki (semua manusia beriman), tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. Dan orang-orang yang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sehingga datanglah janji Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji. (Q.S Ar Ra’d: 31)
Dalam surat diatas, bisa dibayangkan atau digambarkan betapa dahsyatnya energi makna yang terkandung di dalam Al-Qur’an.

Kedahsyatan atau kandungan energy Al Quran ini sungguh luar biasa, mampu menghancurkan gunung. Hal ini mudah difahami bahwa materi adalah tersusun dari atom-atom yang terikat menjadi molekul dan menjadi sebuah struktur. Kekuatan dari materi adalah daya ikat. Ketika ada satu energy yang mampu melepaskan daya ikat itu maka akan menghancurkan struktur dan gunung itu juga merupakan kumpulan materi yang serupa. Energy itu adalah energy makna yang tertuju langsung pada energy ikat dari molekul dan akan mencerai beraikan menjadi butiran-butiran atom atau dzarah.

Daya ikat molekul ini akan tercerai berai sama seperti halnya ketika cahaya (yang dikuatkan yaitu laser) menghancurkan daya ikat sebuah benda yang dikenainya. Atau misalnya ketika suara (yang dikuatkan, misalnya sonic bom) mampu menghancurkan daya ikat molekul.

Kecepatan atau tekanan pun juga mempunyai energy yang sama yang mampu menghancurkan daya ikat molekul. Air yang diberi tekanan tinggi akan mampu menjadi sebuah pisau yang sangat tajam. Demikian pula ketika kecepatan sangat tinggi, angin mampu menghancurkan menjadi angin taufan. Apapun yang berada di depannya akan dilibat, dihancurkan, dicerai beraikan.

Demikian pula seandainya manusia yang bergerak mendekati kecepatan cahaya, maka secara teoritis mengikuti postulat Enstein, badannya juga bisa tercerai berai menjadi tak berbentuk atau menghilang yaitu dalam dimensi panjangnya menjadi nol, namun mempunyai massa yang tak terhingga beratnya, artinya sudah menyatu menjadi alam semesta itu sendiri.. Hal ini disebabkan, energi ikat partikel-partikel itu kalah oleh energi yang timbul akibat kecepatan tersebut.

Seperti cahaya ketika melewati hampa udara, yang harus berubah menjadi gelombang, namun ketika menembus air harus berubah menjadi materi. Jika tidak maka tidak akan mampu melewati media-media tersebut. Kalau kita amati sesuatu partikel yang bersifat materi, maka suatu ketika akan sampai ke suatu peralihan menjadi energy. Sehingga “penampakan” sesuatu itu, kadang menjadi materi dan kadang menjadi energy. Mengikuti prinsip dualitas materi dan energy dari gelombang. 
Ada suatu program bawaan, atau phpfox awal, dimana sesuatu itu tahu kapan dia harus menjadi materi dan kapan dia harus menjadi energy. Jadi substansi dasar benda di alam semesta ini sebenarnya bukanlah materi atau energi. Melainkan ‘sesuatu’ yang menjembatani materi dan energi. Sesuatu semacam cahaya dimana dia akan terlihat seperti materi ketika kita menganggap materi dan akan bersikap sebagai energy kalau kita mengamatinya sebagai energy. 
Energy yang berada dalam Al Quran yaitu yang bisa kita sebut sebagai energy hakekat atau energy makna, memiliki energy yang lebih besar dibanding energy suara atau energy cahaya. Karena energy ini bekerja pada bagian kosong tapi isi dalam suatu struktur. Bagian antara materi dan antimateri. Sebagaimana sering dijelaskan bahwa materi tersusun atas molekul yang terdiri dari atom, dimana ada inti atom yang dikelilingi elektron. Dalam inti atom sendiri terdiri dari kumpulan atau pilinan energy-energy (quark) yang bergetar dengan kecepatan cahaya. Cahaya yang merupakan dualitas materi dan energy.

Program-program yang berada pada substansi dasara terkecil dari makhluk hidup, lebih khususnya pada manusia, adalah berupa kehendakNya, yaitu “kun”. sehingga sebetulnya setiap inti sel, setiap senyawa selalu membawa pesan-pesan dasar ini. Yang hanya memerlukan suatu kondisi agar terjadi, maka akan terjadi (fa yakun). Segala sesuatu sudah dalam program atau dalam rancangan atau grand phpfox yaitu suatu ketetapan yang mendahulu yang tercatat di Lauh Mahfuz.

Apakah kamu tiada melihat bahwasannya Allah menundukkan bagimu apa yang ada di bumi dan bahtera yang berlayar di lautan dengan perintahNya. Dan Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya? Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada Manusia. (Q.S Al Hajj: 65)
Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka teriadilah ia. (Q.S Yasin: 82)

Dari uraian di atas, maka nampak jelas, bahwa jika Allah ‘Menghendaki’ sesuatu, maka hanya dengan kalimat “Kun’ (jadilah), maka jadilah ia.

Itulah inti utama dari seluruh pemrograman yang tersimpan di dalam dan di seluruh alam semesta. Baik itu yang anti materi maupun yang berada dalam materi yaitu di inti atom berupa ‘sesuatu’ yang berada pada peralihan antara materi dan energi.

Bagaimana kaitan kekuatan hati dengan uraian energy makna ini. Dengan ketekunan dan dengan kesungguhan kita harus mulai menyucikan hati, sehingga akan tercapai “Hati yang Murni”. Yang akan mampu membaca energy kehendak ini. Selalu mengarahkan hati agar mampu mengikuti daya atau energy kehendak ini, yaitu sesuatu yang merupakan “fitrah”, yang merupakan kewajaran, yang merupakan kehendakNya.

Kekuatan hati ini akan mampu muncul di permukaaan, menjadi sebuah niat, yaitu ketika kita mengarahkan kesadaran kita kepada Allah, yaitu “Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi maha Penyayang”. Maka daya Illahi yang akan didapatkan adalah daya kasih sayangNya. Kekuatan atau daya ini akan sangat luar biasa, sebagaimana kita ketahui dalam kisah-kisah para nabi serta orang-orang terdahulu yang berada di jalan luruh, yaitu orang-orang yang diberi nikmatNya.

Dengan masuk ke pemahaman Bismillah, sedikit demi sedikit, semakin dalam dan semakin dalam, mulai merasakan dzikir dari raga kita, setiap bagian, setiap sel-sel, inti atom dan lebih kecil lagi, merasakan getar energy atau daya “kehendak”Nya, lalu mengikuti daya itu, maka segala sesuatu perbuatan kita akan selalu berada dan bersama dalam Bismillah. Hati akan menjadi tenang.

Maka hati yang murni ini akan memancarkan keindahannya menerangi alam semesta.

Blogged with the Flock Browser
Iklan

Tentang Adi Sucipto

Indonesian, Love the country
Pos ini dipublikasikan di Motivasi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s