Rekreasi ke Dufan Staff Pidsus Kejari Jaksel

Wahana Histeria

Pagi pagi sekali aku bersama keluarga berangkat ke kantor. Walaupun hari itu adalah hari Minggu tetapi suasana di kantor cukup ramai, karena akan ada acara pergi ke Dufan bersama Keluarga Besar Pidsus Kejari Jaksel. Setelah menunggu beberapa saat sampai semua peserta berkumpul, tepat jam sembilan rombongan berangkat ke Dufan, yang cukup dekat hanya memakan waktu setengah jam perjalanan.

Dikarenakan pintu masuk baru akan dibuka jam 11.00 wib, padahal waktu itu jam baru menunjukkan jam 10.00 wib, kamipun harus menunggu. Para anak-anak yang tadinya bersemangatpun kecewa, untunglah masih ada atraksi lagu demi untuk menghibur pengunjung yang sudah mulai padat.

Akhirnya pintu masuk dibuka tepat sesuai jadwal, dan rombongan masuk melalui pintu Balai Kota / pintu khusus VIP sehingga tidak perlu berdesakan.

Wahana Tornado

Perasaanku terlontar ke masa silam pada saat pertama kali mengunjungi tempat ini. Kira-kira 20 tahun sudah, dan tidak banyak berubah, mungkin ada penambahan beberapa wahana saja, seperti HISTERIA, dan TORNADO. Sehingga kami rombongan, beramai – ramai mecoba wahana tsb.

Tidak seperti 20 tahun yang lalu yang sangat antusias untuk mencoba setiap wahana, dengan tanpa rasa takut sedikitpun. Tetapi sekarang berbeda, umur mungkin sudah mempengaruhi, sehingga aku takut untuk mencoba wahana Histeria tsb. Baru melihatnya saja jantung ini seperti copot, atau mungkin karena aku sering bermimpi jatuh dari ketinggian yang rasanya tidak ada dasarnya. Yang jelas akhirnya akupun tetap tidak berani untuk mencobanya.

Lain halnya pada wahana Tornado, dengan perasaan pede tanpa rasa takut sedikitpun aku masuk ke wahana tsb, walaupun sempat terlintas pikiran “kok sepi tidak banyak yang mengantri, jangan – jangan menyeramkan”. Tetap aku mencobanya. Gila ternyata memang cukup mendebarkan bagi yang melihatnya, dan sungguh cukup membuat jantung rasanya berhenti. “Hebat siapa yang merancangnya” kata temanku setelah mencoba. Cukup menyiksa pengunjung yang menaikinya. Banyak dari teman – teman yang berkomentar seperti itu.

Setelah puas mencoba beberapa wahana seperti Arum jeram, Halilintar, dan wahana lain, sebelum pulang istriku mengajak ke wahana Istana Boneka. Yah lumayan sambil ngadem dan santai.

Tepat jam 17.00 wib rombongan bersiap menuju Bandar Jakarta untuk bersantap bersama. Cukup kekeluargaan rasanya, semua rombongan duduk dalam satu meja makan yang panjang.

Semoga rasa kekeluargaan ini tetap terjaga dan dapat tetap mengadakan acara seperti ini di lain waktu.

Iklan

Tentang Adi Sucipto

Indonesian, Love the country
Pos ini dipublikasikan di My Activity. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s